Minggu, 10 Juni 2012

SNI: mulai dari kw1 sampai kw10

Dulu sewaktu penerapan Standar Nasional Indonesia pada helm, banyak yg optimis (walau yg pesimis juga gak sedikit) kalo dg penerapan standarisasi ini akan memberikan rasa aman terhadap pemakainya. Hari berganti bulan berganti tahun, gimana keadaan sekarang? Apakah makin baik atu makin gak jelas? <!--more-->
Sering liat di tipi (laptop si unyil) tentang tata cara pengetesan kualitas yg berstandar nasional memberi gambaran kalo helm dg embos SNI dipastikan bagus. Tapi kini semakin banyak beredar helm murahan yg ternyata juga lolos (atau nembak ya) uji standarisasi. Hmmmm.... Aneh!
Bahkan, helm bawaan produk pun ternyata juga sudah lolos uji standarisasi padahal kalopun dibanting pasti hancur. Apa jangan-jangan, ada penurunan kualitas standarisasi? Jika dulunya dg uji banting sekarang mungkin cuma uji cipok? kwkwkwkwkwk....
Atau jangan-jangan (lagi) ada beberapa kasta SNI? SNI kasta tertinggi dipatok harga diatas 500 ribu, kemudian dibawahnya harga diatas 250ribu, kemudian dibawahnya harga diatas 100ribu, dan seterusnya sampai kw 10 (atau lebih?).
Harusnya, pemerintah sebagai otoritas yg mengeluarkan lisensi standarisasi juga selalu menjaga kualitas tetap di kw1. Jangan kualitas disamakan dg harga! Nyawa taruhannya boz! Kalo gak bisa menjaga kualitas, ya gak usah menerapkan standarisasi lah, daripada habisin duit buat standarisasi cap ecek-ecek. Yo po yo?

Tidak ada komentar: